Ad Code

Trands

6/recent/ticker-posts

Madrid vs City, Antara Kompetisi atau Ajang Bisnis & Judi


Maskopnews.com
- Perhalatan laga kedua semifinal antara Real Madrid vs Mancester City berlangsung tadi pagi, City yang berposisi sebagai team tamu bertandang ke Barnaboe, untuk melanjutkan laga babak lanjutan Semifinal UCL, setelah sebelumnya dia menang di kandang sendiri di Ettihad Stadium dengan skor 4-3.

Di Barnaboe, saat laga dimulai sajian permainan yang dipanggungkan oleh ke dua team menarik, dan cukup menghibur, saling jual serangan pressing ketat, serta kemampuan mengcounter attack di antara ke dua team sama-sama baik.

Namun berselang turun minum, saya melihat City kehilangan filosofi permainan, City yang dinahkodai Kevin dybrone, selalu memanggungkan permainan-permainan agresif, menekan dan menguasai permainan, tapi tidak untuk tadi pagi.

City tidak seperti biasanya, ia bermain landai, dan cenderung bertahan, City tidak lagi ganas, sebagaimana saya saksikan di laga-laga primer league.

Pada intinya tidak city buaangett, namun sebaliknya Madrid berkali-kali menyerang menusuk pertahanan lawan, lewat Karim Benzema dan Vinisius JR, namung tetap mengalami titik buntu.

Berselang 15 menit laga usia, Mahrez memecah kebuntuan, skor sementara 1-0 menjadikan City mengunggulinya.

Namun begitu, laga terus bergulir, dan di sisa waktu 10 menit Madrid mampu comeback, dua gol melesat ke gawang city, dengan begitu mudah.

Sejak saat itu lah, keadaan menjadi berbanding terbalik, dan memaksa ke dua team bermain ektra time.

Superioeitas semakin sempurna lewat sepakan pinalti Karim Benzema yang semakin membawa El Real mengungguli tim lawan Man Ciy.

Alhasil skor sementara 3-1 yang sekaligus mengantarkan Madrid melaju ke babak Final melawan Liverpool nanti.

Catatan

Saya tidak melihat talenta kevin dybrone di laga maksimal, Ia seakan-akan mati dak tidak seperti biasanya, begitu juga dengan beberapa pemain kunci City yang tampil tidak optimal, apakah ini faktor mental, atau ada faktor-faktor lain. Entah, sebab dunia sepak bola sampai hari ini masih bundar dan penuh misteri.

Tetapi jujur sebagai penikmat sepak bola saya tidak puas menyaksikan laga tadi pagi, seakan-akan ada skill yang tertahan di antara para pemain yang tampil di laga bergengsi ini.

Saya khawatir sepak bola bukan lagi ajang kompetensi yang menghibur para penggemarnya, tetapi lebih pada ajang bisnis dan judi.

Posting Komentar

0 Komentar